Pages



Game Hit The Devil

            Pada game yang dibuat dengan menggunakan macromedia flash ini, bertujuan sebagai media hiburan untuk masyarakat semua umur, ketika masyarakat sudah jenuh akan aktivitas sehari-hari mereka. Game ini  mempunyai aturan  cara main ( role of the game) sebagai berikut :
·         Game ini mempunyai alur cerita, bahwa pemain game ini harus memukul object yang berupa devil (setan) dengan objek yang telah disediakan game ini berupa palu. Object setan ini terdapat pada lubang-lubang yang telah ada pada tampilan. Setan ini dapat pindah posisi dengan lubang-lubang yang ada
·         Game ini mempunyai skor. Skor atau nilai didapatkan apabila pemain game ini dapat memukul objek setan dengan tepat, maka skor akan bertambah.
Pada pembahasan selanjutnya, akan dijelaskan mengenai software pembuat game hit the devil ini sebagai berikut :

Macromedia Flash
Macromedia Flash adalah salah satu program yang dapat digunakan untuk membuat suatu karya animasi, tidak sedikit para animator membuat beragam animasi, seperti animasi interaktif maupun non interaktif.
Dengan macromedia flash, kita dapat membuat animasi kartun, web design, presentasi, portfolio instansi, game, dan beberapa media animasi lainnya. Untuk saat ini banyak berbagai macam versi animasi flash yaitu Adobe Flash cs4 & cs5, semakin bertambahnya versi dalam suatu program aplikasi, akan terdapat suatu perubahan dalam program tersebut baik dri segi tataletak tools, penambahan fitur yang lebih lengkap dll.
Sejarah Macromedia Flash
Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa  bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.
Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama 'Macromedia' adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.
Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam Flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya
Movie-movie Flash memiliki ukuran file yang kecil dan dapat ditampilkan dengan ukuran layar yang dapat disesuaikan dengan keingginan. Aplikasi Flash merupakan sebuah standar aplikasi industri perancangan animasi web dengan peningkatan pengaturan dan perluasan kemampuan integrasi yang lebih baik. Banyak fiture-fiture baru dalam Flash yang dapat meningkatkan kreativitas dalam pembuatan isi media yang kaya dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi tersebut secara maksimal. Fiture-fiture baru ini membantu kita lebih memusatkan perhatian pada desain yang dibuat secara cepat, bukannya memusatkan pada cara kerja dan penggunaan aplikasi tersebut. Flash juga dapat digunakan untuk mengembangkan secara cepat aplikasi-aplikasi web yang kaya dengan pembuatan script tingkat lanjut. Di dalam aplikasinya juga tersedia sebuah alat untuk men-debug script. Dengan menggunakan Code hint untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan dan pengembangan isi ActionScript secara otomatis. Untuk memahami keamanan Adobe Flash dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, berdasarkan beberapa sumber referensi bahwa tidak ada perbedaan menyolok antara HTML dan JavaScript dimana didalamnya terdapat banyak tools yang dapat diambil dari SWF termasuk ActionScript. Sehingga kode data dapat terjamin keamanannya. Oleh sebab itu, semua kebutuhan data yang terdapat dalam SWF dapat diambil kembali melalui server. Keuntungan menggunakan metode yang sama dengan menggunakan aplikasi web yang standar adalah akan menjamin dan mengamankanpenyimpanan dan perpindahan data.
Tools (Perangkat) pada Macromedia Flash
·         Toolbox

Toolbox adalah kumpulan tool – tool yang sering digunakan untuk melakukan seleksi, meggambar, memberi warna objek, memodifikasi objek, dan megatur besar kecil stage. Berikut komponen-komponen dalam toolbox beserta fungsi atau kegunaannya:


Action Script
ActionScript adalah bahasa pemrograman yang dibuat berdasarkan ECMAScript, yang digunakan dalam pengembangan situs web dan perangkat lunak menggunakan platformAdobe Flash Player. ActionScript juga dipakai pada beberapa aplikasi basis data, seperti Alpha Five. Bahasa ini awalnya dikembangkan oleh Macromedia, tapi kini sudah dimiliki dan dilanjutkan perkembangannya oleh Adobe, yang membeli Macromedia pada tahun 2005.
Action Script terbaru saat ini adalah Action Script 3.0. Action Script 3.0 adalah bahasa terbaru dari edisi yang sebelumnya dikenal dengan Action Script 2.0. Action Script 3.0 memiliki beberapa kelebihan dibanding pendahulunya, antara lain fitur yang ditawarkan adalah file pada Action Script 3.0 dapat dibuat terpisah saat runtime.

Sumber Pustaka :

http://catatansialik.wordpress.com/2012/08/16/pengertian-macromedia-flash-8/
http://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Flash
http://id.wikipedia.org/wiki/ActionScript
http://muziknyablogger.blogspot.com/2010/05/memahami-tools-pada-macromedia-flash-8.html
Definisi Game dan jenis-jenis game
            Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah game, bahkan semua kalangan dari anak kecil sampai orang tua pasti mengenal istilah ini. Saat ini sudah banyak bermacam-macam game yang sudah beredar luas di luar sana. Tapi, apa sih pengertian game sebenarnya? Dan apa saja jenis-jenisnya? Berikut akan dijelaskan apa sih pengertian game dan jenis-jenisnya.
DEFINISI GAME
            Dalam kamus bahasa Indonesia “Game”diartikan sebagai permainan. Permainan merupakan bagian dari bermain dan bermain juga bagian dari permainan keduanya saling berhubungan. Permainan adalah kegiatan yang kompleks yang didalamnya terdapat peraturan, play dan budaya. Sebuah permainan adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat dalam konflik buatan, disini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan menentukan permainan. Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh anak – anak hingga orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih untuk memecahkan masalah dengan tepat dan cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga bisa merugikan karena apabila kita sudah kecanduan game kita akan lupa waktu dan akan mengganggu kegiatan atau aktifitas yang sedang kita lakukan.
            Game berasal dari kata bahasa inggris yang berarti dasar permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual( Intellectual Playability Game) yang juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Dalam game, ada target-target yang ingin dicapai pemainnya.
BERDASARKAN JENIS “PLATFORM” ATAU ALAT YANG DI GUNAKAN :
            1.Arcade games, yaitu yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di     daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design           untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat           membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus,     sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).
            2.PC Games , yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers..
            3.Console games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu,        seperti Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii..
            4. Handheld games, yaitu yang dimainkan di console khusus video game yang dapat        dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP..
            5.Mobile games, yaitu yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau PDA..

BERDASARKAN “GENRE” PERMAINANNYA :

            1. Aksi – Shooting, (tembak-tembakan , atau hajar-hajaran bisa juga tusuk-tusukan,           tergantung cerita dan tokoh di dalamnya), video game jenis ini sangat memerlukan    kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga timing, inti dari game jenis ini adalah             tembak, tembak dan tembak. Termasuk didalam-nya:
            a.First person shooting (FPS) seperti Counter Strike dan Call of Duty
            b.Drive n’ shoot, menggunakan unsur simulasi kendaraan tetapi tetap dengan tujuan          utama menembak dan menghancurkan lawan, contoh : Spy Hunter, Rock and Roll      Racing, Road Rash.
            c. Shoot em’ up, seperti Raiden, 1942, dan gradius.
            d. Beat ‘em up (tonjok hajar) seperti Double Dragon dan Final Fight, lalu hack and slash (tusuk tebas) seperti Shinobi dan Legend of Kage.
            e. Light gun shooting, yang menggunakan alat yang umumnya berbentuk seperti senjata,    seperti Virtua Cop dan Time Crisis.
            2. Fighting ( pertarungan ) Ada yang mengelompokan video game fighting di bagian      Aksi, namun penulis berpendapat berbeda, jenis ini memang memerlukan kecepatan        refleks dan koordinasi mata-tangan, tetapi inti dari game ini adalah penguasaan jurus       (hafal caranya dan lancar mengeksekusinya), pengenalan karakter dan timing sangatlah             penting, o iya, combo-pun menjadi esensial untuk mengalahkan lawan secepat mungkin.         Dan berbeda seperti game Aksi pada umumnya yang umumnya hanya melawan Artificial             Intellegence atau istilah umumnya melawan komputer saja, pemain jenis fighting game       ini baru teruji kemampuan sesungguhnya dengan melawan pemain lainnya. Seri Street      Fighter, Tekken, Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of Fighter adalah contohnya.
            3. Aksi – Petualangan. Memasuki gua bawah tanah, melompati bebatuan di antara lahar, bergelayutan dari pohon satu ke pohon lain, bergulat dengan ular sambil mencari kunci           untuk membuka pintu kuil legendaris, atau sekedar mencari telepon umum untuk     mendapatkan misi berikutnya, itulah beberapa dari banyak hal yang karakter pemain           harus lakukan dan lalui dalam video game jenis ini. Menurut penulis, game jenis ini             sudah berkembang jauh hingga menjadi genre campuran action beat-em up juga, dan         sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung untuk memiliki visual 3D dan sudut     pandang orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft Auto dan Prince of Persia termasuk   didalamnya.
            4. Petualangan. Bedanya dengan jenis video game aksi-petualangan, refleks dan   kelihaian pemain dalam bergerak, berlari, melompat hingga memecut atau menembak           tidak diperlukan di sini. Video Game murni petualangan lebih menekankan pada jalan      cerita dan kemampuan berpikir pemain dalam menganalisa tempat secara visual,   memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan            karakter hingga penggunaan benda-benda tepat pada tempat yang tepat. Termasuk didalamnya:

            a. Petualangan dengan teks atau sistem tunjuk dan klik, contoh: Kings Quest, Space          Quest, Heroes Quest, Monkey Island, Sam and Max,
            b.Novel atau film interaktif, seperti game “dating” yang banyak beredar di jepang, Dragons Lair dan Night Trap.
            5. Simulasi, Konstruksi dan manajemen. Video Game jenis ini seringkali             menggambarkan dunia di dalamnya sedekat mungkin dengan dunia nyata dan             memperhatikan dengan detil berbagai faktor. Dari mencari jodoh dan pekerjaan,             membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan        memecat atau menambah karyawan. Dunia kehidupan rumah tangga sampai bisnis             membangun konglomerasi, dari jualan limun pinggir jalan hingga membangun         laboratorium cloning. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk             mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang        terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.
            6. Role Playing. Video game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, bermain peran,           memiliki penekanan pada tokoh/peran perwakilan pemain di dalam permainan, yang             biasanya adalah tokoh utamanya, dimana seiring kita memainkannya, karakter tersebut            dapat berubah dan berkembang ke arah yang diinginkan pemain ( biasanya menjadi      semakin hebat, semakin kuat, semakin berpengaruh, dll) dalam berbagai parameter yang    biasanya ditentukan dengan naiknya level, baik dari status kepintaran, kecepatan dan        kekuatan karakter, senjata yang semakin sakti, ataupun jumlah teman maupun mahluk peliharaan.Secara kebudayaan, pengembang game Jepang biasanya membuat Role             Playing Game (RPG) ke arah cerita linear yang diarahkan seolah karakter kita adalah     tokoh dalam cerita itu, seperti Final Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears. Sedangkan             pengembang game RPG Eropa, cenderung membuat karakter kita bebas memilih jalan                  cerita sendiri secara non-linear, seperti Ultima, Never Winter Nights, baldurs gate, Elder             Scroll, dan Fallout.
            7. Strategi. Kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu refleks   secepat kilat, video game jenis strategi, layaknya bermain catur, justru lebih memerlukan           keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara hati-hati dan terencana. Video           game strategi biasanya memberikan pemain atas kendali tidak hanya satu orang tapi minimal sekelompok orang dengan berbagai jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan,             bahkan hingga pembangunan berbagai bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur,          tergantung dari tema ceritanya. Pemain game strategi melihat dari sudut pandang lebih       meluas dan lebih kedepan dengan waktu permainan yang biasanya lebih lama dan santai          dibandingkan game action. Unsur-unsur permainannya biasanya berkisar sekitar, prioritas         pembangunan, peletakan pasukan, mencari dan memanfaatkan sumberdaya (uang, besi,             kayu,minyak,dll), hingga ke pembelian dan peng-upgrade-an pasukan atau teknologi.         Game jenis ini terbagi atas:

            a.Real time Strategy, game berjalan dalam waktu sebenarnya dan serentak antara semua     pihak dan pemain harus memutuskan setiap langkah yang diambil saat itu juga             berbarengan mungkin saat itu pihak lawan juga sedang mengeksekusi strateginya.      Contoh:           Starcraft, Warcraft , dan Command and Conquer.
            b.Turn based Strategy , game yang berjalan secara bergiliran, saat kita mengambil   keputusan dan menggerakan pasukan, saat itu pihak lawan menunggu, begitu pula sebaliknya, layaknya catur.
            contoh: Front Mission, Super robot wars, Final Fantasy tactics, Heroes of might and          magic, Master of Orion.
            Sebenarnya ada yang memilah lagi menjadi jenis tactical dan strategi, namun penulis          cenderung untuk menggabungkannya karena perbedaannya hanya ada di masalah skala         dan ke-kompleks-an dalam manajemen sumber daya-nya saja.
            8. Puzzle. Video game jenis ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan teka-        teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan          matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke tempat yang        seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah       juga unsur permainan dalam video game petualangan maupun game edukasi. Tetris,             Minesweeper, Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.
            9. Simulasi kendaraan. Video Game jenis ini memberikan pengalaman atau          interaktifitas sedekat mungkin dengan kendaraan yang aslinya, muskipun terkadang         kendaraan tersebut masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada          detil dan pengalaman realistik menggunakan kendaraan tersebut. Terbagi atas beberapa           jenis:
            a. Perang. Video game simulasi kendaraan yang sempat tenar di tahun 90-an ini    mengajak pemain untuk menaiki kendaraan dan berperang melawan kendaraan lainnya.        Dan kebanyakan diantaranya memiliki judul sama dengan nama kendaraannya. Contoh :   Apache 64, Comanche, Abrams, YF-23, F-16 fighting eagle.
            Tetapi game kehidupan bajak laut seperti ‘Pirates!’ pun dapat dikategorikan disini.
            b.Balapan. Dari namanya sudah jelas, siapa sampai duluan di garis finish dialah     pemenangnya! Terkadang malah pemain dapat memilih kendaraan, mendandani, upgrade        mesin bahkan mengecatnya. Contoh: Top Gear, Test Drive, Sega Rally Championship,           Daytona, Grand Turismo, Need For Speed, Mario Cart, ManXTT.
            c.Luar Angkasa. Walau masih dapat dikategorikan simulasi kendaraan perang, tetapi         segala unsur fiksi ilmiah dan banyaknya judul yang beredar membuat subgenre ini pantas       dikategorikan diluar simulasi kendaraan perang. Jenis ini memungkinkan pemain untuk          menjelajah luar angkasa, berperang dengan mahluk alien, mendarat di planet antah        berantah atau sekedar ingin merasakan bagaimana menjadi kapten di film fiksi ilmiah             kesayangan kamu. Contoh: Wing Commander, Freelancer , Star Wars X-Wing, Star Wars             Tie Fighter, dll.
            d.Mecha. Pendapat bahwa hampir tidak ada orang yang terekspos oleh film robot jepang   saat kecilnya tidak memimpikan ingin mengendalikan robot, memang sulit dibantah.     memungkinkan pemainnya untuk mengendalikan robot dan menggunakannya untuk     menghancurkan gedung, helikopter dan tentu saja robot lainnya. Contoh: Mechwarrior,   Gundam Last war Chronicles, dan Armored Core.
            10. Olahraga. Singkat padat jelas, bermain sport di PC atau konsol anda. Biasanya            permainannya diusahakan serealistik mungkin walau kadang ada yang menambah unsur    fiksi seperti NBA JAM. Contohnya pun jelas, Seri Winning Eleven, seri NBA, seri FIFA,      John Madden NFL, Lakers vs Celtics, Tony hawk pro skater, dll.
KATEGORI-KATEGORI LAINNYA :

1. Multiplayer Online. Game yang lagi trend di Indonesia bahkan dunia,menjadi salah satu titik balik mengapa dunia game dan internet di Indonesia dapat berkembang. Dan karena dimainkan online dan dengan sistem pembayaran menggunakan voucher, pembajakan sudah tidak menjadi masalah lagi. Game yang dapat dimainkan secara bersamaan oleh lebih dari 2 orang (bahkan dapat mencapai puluhan ribu orang dalam satu waktu) membuat pemain dapat bermain bersama dalam satu dunia virtual dari sekedar chatting hingga membunuh naga bersama teman yang entah bermain di mana. Umumnya permainan tipe ini dimainkan di PC dan bertema RPG, walau ada juga yang bertema music atau action. Contoh: Ragnarok online, O2jam, World of Warcraft, Ayo Dance, Lineage, Rose online
2. Casual games. Sesuai namanya, game yang casual itu tidak kompleks, mainnya rileks dan sangat mudah untuk dipelajari ( bahkan cenderung langsung bisa dimainkan ). Jenis ini biasanya memerlukan spesifikasi komputer yang standar pada jamannya dan ukurannya tidak lebih dari 100 MB karena biasanya dapat di download versi demo-nya di website resminya. Genre permainannya biasanya puzzle atau action sederhana dan umumnya dapat dimainkan hanya menggunakan mouse ( biasanya game lain menggunakan banyak tombol tergantung game-nya ). Contoh: Diner Dash, Sally Salon, Bejeweled, Zuma, Feeding Frenzy, Insaniquarium.
3. Edugames. Video Game jenis ini dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat pendidikan, entah untuk belajr mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka, matematika, sampai belajar bahasa asing. Developer yang membuatnya, harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini benar-benar dapat mendidik, menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan yang memainkannya. Target segmentasi pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual ataupun animasinya. Contoh edugames : Bobi Bola, Dora the explorer, Petualangan Billy dan Tracy.
4. Advergames. Sering mengunjungi website merek-merek kesayangan anda? Permen coklat M&M, Coca-cola, Nike, A-Mild, atau Rexona? Anda pasti menemukan game-game yang dapat dimainkan lalu dapat anda beritahukan / mengundang langsung ke teman-teman anda. jenis game yang biasanya mudah dimainkan ini mengusung dan menampilkan produk atau brand mereka baik secara gamblang maupun tersembunyi. Di era tumbuhnya media-media baru berteknologi tinggi sekarang ini, dunia periklanan memang sudah tidak lagi terbatas pada TV, koran, majalah, billboard dan radio, video game sekarang telah menjadi sarana beriklan atau membangun brand-awareness yang efektif. Baik melalui internet maupun di mainkan di event-event mereka, edugames terasa semakin dibutuhkan untuk menjaring calon konsumen bagi produk yang menggunakan advergames ini. Contoh produk di indonesia yang membuat advergames: A-Mild, Rexona teens, Axe

CONTOH JENIS GAME DAN SOFTWARE PEMBUATNYA
Contoh Game console
Berkas:Harvest Moon Back to Nature.jpg
            Kali ini akan dibahas salah satu game console terbaik yang pernah dibuat di salah satu console game yaitu playstasion one. Game yang dibahas adalah game Harvet Moon.
Harvest Moon: Back to Nature adalah sebuah permainan video game yang berisi tentang simulasi perkebunan. Merupakan salah satu seri permainan video-game Harvest Moon, yang juga merupakan satu-satunya seri Harvest Moon untuk Playstation. Game ini dikembangkan oleh Victor Interactive Software, dan didistribusikan ulang oleh PALAPA (Versi Bahasa Indonesia)
Karakter dari Harvest Moon 64 kebanyakan berpindah ke game ini, meskipun dengan gaya hidup baru dan karakter baru, termasuk pula dengan gadis yang bisa dinikahkan (Ann, Popuri, Maria (dikenal sebagai Mary), Elli, dan Karen.
Permainan
Di dalam game, Jack (bisa dinamai bebas) memulai permainan dengan memiliki sebuah perkebunan yang kacau-balau dan sedikit uang untuk memulai perkebunan. Akhir dari game ini adalah pemain harus membuat sebuah perkebunan yang terawat dan sukses, serta menjalin persahabatan dengan penduduk desa lainnya di Mineral Town, desa dimana pemain tinggal. 3 faktor yang penting untuk diperhatikan adalah ketersediaan waktu, uang, dan tenaga.
Tanaman yang penyiramannya perlu dilakukan setiap hari membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Pemain harus meng-upgrade peralatan yang dimilikinya sehingga lebih efisien dalam penggunaan waktu dan tenaga. Untuk meng-upgrade peralatan juga membutuhkan waktu dan uang.
Awal Permainan
Bertahun-tahun lalu, karakter utama, Jack, datang ke kebun kakeknya ketika musim panas. Kakeknya terlalu sibuk mengurusi perkebunan sehingga tidak sempat mengurusi Jack. Maka Jack dapat bejalan-jalan bebas di kota itu. Jack lalu berkenalan dengan seorang gadis kecil yang seusia dengannya, lalu mereka pun berteman dekat.( Siapa pun nanti gadis yang dinikahi,akan mengatakan bahwa dia adalah gadis yang bermain bersama Jack dulu)

Ketika musim panas usai, Jack pun harus kembali ke kota, tapi dia berjanji kepada gadis kecil itu kalau ia akan kembali suatu hari nanti. Ketika kakek Jack meninggal beberapa tahun lalu, Jack telah tumbuh menjadi seorang pemuda, maka dia kembali ke kota kecil itu untuk mengambil alih perkebunan tersebut. Walikota (mayor) kota tersebut akan berkata kepada Jack bahwa ia bisa menjadi pemilik tetap apabila ia bisa mengembalikan kebun itu kembali seperti semula. Tapi jika Jack gagal memperbaiki perkebunan itu atau tidak bisa bersahabat dengan penduduk desa maka Jack harus pergi dari desa itu. Jack diberi waktu 3 tahun untuk mengembalikan kebun kakeknya menjadi baik seperti semula.
Alur Permainan
Pada hari pertama Anda akan terbangun pada pukul enam pagi. Saat itu ransel anda hanya bisa diisi 3 benda saja(diambil dari dalam peti peralatan,terdiri dari sabit,kapak,palu,cangkul dan penyiram tanaman). Saat anda keluar dari dalam rumah, kepala desa(Mayor) sudah menunggu anda untuk mengajak berkeliling. Anda bisa menolak. tapi jika anda mengiyakan anda akan bertemu dangan Ellen, seorang nenek tua yang mempunyai cucu dan bekerja di klinik (Elli). Setelah berkeliling,Zack akan datang menemui anda. Zack adalah orang yang akan membeli hasil perkebunan dan pertenakan anda atau benda yang anda kumpulkan dari gunung. Zack akan memberitahukan bahwa dia akan datang pada pukul 5 sore,yang perlu anda lakukan adalah memasukan benda yang akan dijual kedalam tempat distribusi (jika benda bisa dijual tempat itu akan berbunyi).
Kegiatan/Event
Kegiatan/Event hanya terjadi jika anda datang pada saat yang tepat. Pada saat terjadi even anda akan di hadapakan kepada pilihan, tindakan, bergerak dengan sendirinya atau hanya sebagai pendengar. tapi jika anda dihadapk mbjbguhml;mkjan pada pilihan, dan anda menjawab dengan benar maka point untuk menjalin persahabatan dengan warga akan semakin mudah.
Software pembuat jenis game

RPG MAKER
RPG Maker dikembangkan oleh perusahaan bernama Enterbrain yang berasal dari negeri Jepang, sehingga nama aslinya adalah “RPG Tsukuru”. Tidak hanya terdapat pada system OS Windows saja, RPG Maker telah lebih dulu hadir di beberapa konsol game seperti super Nintendo, Playstation, dan Playstation 2 (sangat jelas semua konsol tersebut berasal dari jepang juga).
http://cherrytree.at/downloads/cep_screen.pngRPG Maker pada windows yang digunakan adalah RPG Maker 95, RPG Maker 2000, RPG Maker 2003, RPG Maker XP, dan RPG Maker VX, saya urutkan dari yang paling lebih dulu hadir. Masing – masing versi memiliki pengguna atau penggemarnya tersendiri, namun karena grafis dan fitur yang lebih disempurnakan maka XP dan VX menjadi yang paling banyak digunakan saat ini.







untuk membuat sebuah game atau tepatnya video game adalah sebuah hal yang menakjubkan sebagai sebuah impian seorang gamer. Akan tetapi dengan software ini, membuat sebuah game terasa hamper sama dengan membuat sebuah makalah dengan MS Words. Coding, scripting, dan berbagai hal yang terlihat memusingkan mata bagi kebanyakan orang tidak akan menjadi halangan dalam membuat game ini. Yah, fitur WYSIWYG (What you see is what you got) adalah hal yang paling memuaskan dalam software ini. Jika anda tertarik membuat sebuah game dengan cerita, gambar, tokoh, monster yang orisinal hasil pemikiran dan daya khayal anda sendiri mulailah pelajari sebuah software bernama RPG Maker!
Unity 3D
Unity 3D merupakan program gratis untuk membuat game yang dirancang agar mudah digunakan oleh pemula. Program ini menjadi pilihan lebih dari 800.000 pencipta game dari seluruh dunia karena Unity menyediakan semua fungsionalitas inti yang dibutuhkan untuk menciptakan game-game hebat. Unity memiliki kinerja grafis dengan optimasi tinggi dan bisa digunakan di PC, Mac (termasuk iPhone), Wii, dan iPad.
Dengan Unity, berbagai jenis game bisa diciptakan secara fleksibel. Contoh jenis game yang telah dibuat menggunakan Unity antara lain: massively multiplayer online game berbasis browser; first person shooter (game tembak menembak); game balap; real time strategy (game siasat perang); role playing game (RPG); dan sebagainya.

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/site-assets2/site-assets/bikin1.jpg
“Feist” - game petualangan yang dibuat dengan Unity3D: http://vimeo.com/29957584
Menggunakan Unity 3D, kamu bisa menciptakan game untuk dimainkan di berbagai platform, termasuk komputer PC, web, iOS, Android, dan bahkan konsol game seperti Wii, PS3, dan Xbox 360. Unity tersedia dengan lisensi gratis, walau ada juga lisensi profesional dengan fitur-fitur tambahan untuk membuat game semakin lengkap
Unreal Development Kit
Siapa sangka program yang digunakan untuk menciptakan Xbox 360 Game of the Year “Gears of War” dan 2011 IGN Mobile Game of the Year “Infinity Blade II” bisa juga kamu gunakan untuk membuat game kamu sendiri!
Unreal Development Kit (disingkat UDK) merupakan program lengkap membuat game dengan kualitas profesional berdasarkan Unreal Engine 3, yang mendapat pengakuan sebagai salah satu game engine terbaik. Unreal Engine 3 telah digunakan oleh pencipta game, peneliti, studio televisi, sutradara machinima, artis, dan pelajar. Jadi, siapapun bisa menggunakan UDK, termasuk kamu.

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/site-assets2/site-assets/bikin2.jpg

UDK menyediakan semua perangkat yang dibutuhkan untuk membuat game hebat, visualisasi canggih, dan simulasi 3 dimensi detil pada PC dan iOS. Fitur-fitur ini terbukti kehebatannya, karena game-game yang dirilis menggunakan UDK telah mendapat berbagai penghargaan terbaik. Dengan UDK, ide-ide game kamu bisa dibuat menjadi dunia nyata yang terlihat realistis secara mudah.
Program UDK sekarang tersedia dengan lisensi yang sangat fleksibel untuk penggunaan komersial dan non-komersial






 Sumber Pustaka :

1.1 Pengenalan Font Modelling
Huruf (Font), siapa yang tidak kenal mereka? mungkin hanya orang yang tidak mengenyam pendidikan saja yang tidak kenal dengan mereka. Keseluruhan jumlahnya ada 26, berabjad “A“ sampai “Z”. Semua huruf sangat universal, meskipun disetiap kebudayaan kadang jumlahnya bisa lebih atau kurang dari 26. Membaca, mengetik, mendesign dan apapun yang bisa dimaknai sebagai sebuah tulisan yang memiliki arti tertentu, adalah ciri dari adanya huruf.

Mulai dari sejak SD sampai saat ini kita sangat “akrab” dengan huruf. Bahkan di Indonesia sendiri ada sebuah anekdot, bila terdapat seseorang yang salah mengeja huruf, orang tersebut dianggap tidak lulus SD dan diperolok oleh rekan atau teman-teman sejawat. Namun pada ulasan berikut, kita tidak akan mempersoalkan ejaan atau arti dari rangkaian huruf, melainkan menjadikan huruf sebagai salah satu element penting yang diaplikasikan langsung kedalam sebuah desain.

1.2 Sejarah & Perkembangan Huruf
Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font. Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital.

1.3 Ilmu Tipografi dan Kaitannya dengan Font Modelling
Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yangdiharapkan.  Secara modern, tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun outputnya ke berbagai media cetak. Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.
Font Modelling sendiri erat kaitannya dengan ilmu tipografi, karena dalam pembahasan font modeling ini dijelaskan bagaimana dalam penataan huruf sehingga menghasilkan keluaran (output)  yang baik, dengan menggunakan aplikasi yang berkaitan.  
Tahapan yang harus diketahui dalam mempelajari font modeling ada 3, yaitu :

 1. Pengenalan Anatomi Huruf. Kita tidak mungkin dapat menilai seseorang itu cantik atau jelek, kalau kita tidak tahu apa itu wajah. Dan kita juga tidak bisa menilai seseorang itu anggun dan menarik, kalau kita tidak tahu apa itu tangan, kaki, badan, dan sebagainya. Begitu juga dengan Tipografi, kita tidak mungkin dapat mengenali dengan baik sifat-sifat huruf yang akan gunakan apabila kita tidak mengetahui unsur-unsur yang membentuknya.

2. Pengenalan Bentuk dan Penerapannya pada Publikasi. Pada tahap ini designer harus belajar bagaimana baris-baris teks itu disusun dalam format yang benar. Memberi efek pada tulisan dengan benar. Mengatur jarak antar huruf, jarak antar baris dan sebagainya sehingga tulisan dapat dibaca dengan baik oleh publik. Mengatur besar kecilnya tulisan yang sesuai. Mengatur perataan yang proporsional sesuai degan sifat materi yang disampaikan dan sebagainya.

 3. Mempelajari Legibility Teks dalam Publikasi. Pada tahapan ini desainer diminta jeli dalam mengeksplorasi perbedaan antara berbagai jenis keluarga tulisan (typeface) dan tahu menempatkan huruf sesuai dengan citra yang akan ditampilkan. Eksperimen sangat diperlukan untuk menempa keahlian pada tahap ini
Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi, karena kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita sampaikan kepada publik.
Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, kita tidak mungkin berteriak dengan bentakan untuk merayu/membujuk seseorang sehingga menuruti atau memahami kemauan kita. Begitu juga dalam tipografi, kita tidak mungkin membuat tulisan dengan bentuk tegas dan keras (seperti larangan atau bentakan emosi) untuk publikasi yang bersifat membujuk atau menawarkan sesuatu produk atau jasa. Untuk itulah fungsi dari mempelajari tipografi. Dalam Font Modelling, kita harus memodelkan huruf yang sesuai dengan makna huruf itu sendiri, apakah merupakan suatu bujukan, larangan atau yang lainnya.  
1.1 Pengenalan Font Modelling
Huruf (Font), siapa yang tidak kenal mereka? mungkin hanya orang yang tidak mengenyam pendidikan saja yang tidak kenal dengan mereka. Keseluruhan jumlahnya ada 26, berabjad “A“ sampai “Z”. Semua huruf sangat universal, meskipun disetiap kebudayaan kadang jumlahnya bisa lebih atau kurang dari 26. Membaca, mengetik, mendesign dan apapun yang bisa dimaknai sebagai sebuah tulisan yang memiliki arti tertentu, adalah ciri dari adanya huruf.

Mulai dari sejak SD sampai saat ini kita sangat “akrab” dengan huruf. Bahkan di Indonesia sendiri ada sebuah anekdot, bila terdapat seseorang yang salah mengeja huruf, orang tersebut dianggap tidak lulus SD dan diperolok oleh rekan atau teman-teman sejawat. Namun pada ulasan berikut, kita tidak akan mempersoalkan ejaan atau arti dari rangkaian huruf, melainkan menjadikan huruf sebagai salah satu element penting yang diaplikasikan langsung kedalam sebuah desain.

1.2 Sejarah & Perkembangan Huruf
Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font. Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital.

1.3 Ilmu Tipografi dan Kaitannya dengan Font Modelling
Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yangdiharapkan.  Secara modern, tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun outputnya ke berbagai media cetak. Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.
Font Modelling sendiri erat kaitannya dengan ilmu tipografi, karena dalam pembahasan font modeling ini dijelaskan bagaimana dalam penataan huruf sehingga menghasilkan keluaran (output)  yang baik, dengan menggunakan aplikasi yang berkaitan.  
Tahapan yang harus diketahui dalam mempelajari font modeling ada 3, yaitu :

 1. Pengenalan Anatomi Huruf. Kita tidak mungkin dapat menilai seseorang itu cantik atau jelek, kalau kita tidak tahu apa itu wajah. Dan kita juga tidak bisa menilai seseorang itu anggun dan menarik, kalau kita tidak tahu apa itu tangan, kaki, badan, dan sebagainya. Begitu juga dengan Tipografi, kita tidak mungkin dapat mengenali dengan baik sifat-sifat huruf yang akan gunakan apabila kita tidak mengetahui unsur-unsur yang membentuknya.

2. Pengenalan Bentuk dan Penerapannya pada Publikasi. Pada tahap ini designer harus belajar bagaimana baris-baris teks itu disusun dalam format yang benar. Memberi efek pada tulisan dengan benar. Mengatur jarak antar huruf, jarak antar baris dan sebagainya sehingga tulisan dapat dibaca dengan baik oleh publik. Mengatur besar kecilnya tulisan yang sesuai. Mengatur perataan yang proporsional sesuai degan sifat materi yang disampaikan dan sebagainya.

 3. Mempelajari Legibility Teks dalam Publikasi. Pada tahapan ini desainer diminta jeli dalam mengeksplorasi perbedaan antara berbagai jenis keluarga tulisan (typeface) dan tahu menempatkan huruf sesuai dengan citra yang akan ditampilkan. Eksperimen sangat diperlukan untuk menempa keahlian pada tahap ini
Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi, karena kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita sampaikan kepada publik.
Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, kita tidak mungkin berteriak dengan bentakan untuk merayu/membujuk seseorang sehingga menuruti atau memahami kemauan kita. Begitu juga dalam tipografi, kita tidak mungkin membuat tulisan dengan bentuk tegas dan keras (seperti larangan atau bentakan emosi) untuk publikasi yang bersifat membujuk atau menawarkan sesuatu produk atau jasa. Untuk itulah fungsi dari mempelajari tipografi. Dalam Font Modelling, kita harus memodelkan huruf yang sesuai dengan makna huruf itu sendiri, apakah merupakan suatu bujukan, larangan atau yang lainnya.