Pages

1.1 Pengenalan Font Modelling
Huruf (Font), siapa yang tidak kenal mereka? mungkin hanya orang yang tidak mengenyam pendidikan saja yang tidak kenal dengan mereka. Keseluruhan jumlahnya ada 26, berabjad “A“ sampai “Z”. Semua huruf sangat universal, meskipun disetiap kebudayaan kadang jumlahnya bisa lebih atau kurang dari 26. Membaca, mengetik, mendesign dan apapun yang bisa dimaknai sebagai sebuah tulisan yang memiliki arti tertentu, adalah ciri dari adanya huruf.

Mulai dari sejak SD sampai saat ini kita sangat “akrab” dengan huruf. Bahkan di Indonesia sendiri ada sebuah anekdot, bila terdapat seseorang yang salah mengeja huruf, orang tersebut dianggap tidak lulus SD dan diperolok oleh rekan atau teman-teman sejawat. Namun pada ulasan berikut, kita tidak akan mempersoalkan ejaan atau arti dari rangkaian huruf, melainkan menjadikan huruf sebagai salah satu element penting yang diaplikasikan langsung kedalam sebuah desain.

1.2 Sejarah & Perkembangan Huruf
Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font. Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital.

1.3 Ilmu Tipografi dan Kaitannya dengan Font Modelling
Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yangdiharapkan.  Secara modern, tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun outputnya ke berbagai media cetak. Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.
Font Modelling sendiri erat kaitannya dengan ilmu tipografi, karena dalam pembahasan font modeling ini dijelaskan bagaimana dalam penataan huruf sehingga menghasilkan keluaran (output)  yang baik, dengan menggunakan aplikasi yang berkaitan.  
Tahapan yang harus diketahui dalam mempelajari font modeling ada 3, yaitu :

 1. Pengenalan Anatomi Huruf. Kita tidak mungkin dapat menilai seseorang itu cantik atau jelek, kalau kita tidak tahu apa itu wajah. Dan kita juga tidak bisa menilai seseorang itu anggun dan menarik, kalau kita tidak tahu apa itu tangan, kaki, badan, dan sebagainya. Begitu juga dengan Tipografi, kita tidak mungkin dapat mengenali dengan baik sifat-sifat huruf yang akan gunakan apabila kita tidak mengetahui unsur-unsur yang membentuknya.

2. Pengenalan Bentuk dan Penerapannya pada Publikasi. Pada tahap ini designer harus belajar bagaimana baris-baris teks itu disusun dalam format yang benar. Memberi efek pada tulisan dengan benar. Mengatur jarak antar huruf, jarak antar baris dan sebagainya sehingga tulisan dapat dibaca dengan baik oleh publik. Mengatur besar kecilnya tulisan yang sesuai. Mengatur perataan yang proporsional sesuai degan sifat materi yang disampaikan dan sebagainya.

 3. Mempelajari Legibility Teks dalam Publikasi. Pada tahapan ini desainer diminta jeli dalam mengeksplorasi perbedaan antara berbagai jenis keluarga tulisan (typeface) dan tahu menempatkan huruf sesuai dengan citra yang akan ditampilkan. Eksperimen sangat diperlukan untuk menempa keahlian pada tahap ini
Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi, karena kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita sampaikan kepada publik.
Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, kita tidak mungkin berteriak dengan bentakan untuk merayu/membujuk seseorang sehingga menuruti atau memahami kemauan kita. Begitu juga dalam tipografi, kita tidak mungkin membuat tulisan dengan bentuk tegas dan keras (seperti larangan atau bentakan emosi) untuk publikasi yang bersifat membujuk atau menawarkan sesuatu produk atau jasa. Untuk itulah fungsi dari mempelajari tipografi. Dalam Font Modelling, kita harus memodelkan huruf yang sesuai dengan makna huruf itu sendiri, apakah merupakan suatu bujukan, larangan atau yang lainnya.  
1.1 Pengenalan Font Modelling
Huruf (Font), siapa yang tidak kenal mereka? mungkin hanya orang yang tidak mengenyam pendidikan saja yang tidak kenal dengan mereka. Keseluruhan jumlahnya ada 26, berabjad “A“ sampai “Z”. Semua huruf sangat universal, meskipun disetiap kebudayaan kadang jumlahnya bisa lebih atau kurang dari 26. Membaca, mengetik, mendesign dan apapun yang bisa dimaknai sebagai sebuah tulisan yang memiliki arti tertentu, adalah ciri dari adanya huruf.

Mulai dari sejak SD sampai saat ini kita sangat “akrab” dengan huruf. Bahkan di Indonesia sendiri ada sebuah anekdot, bila terdapat seseorang yang salah mengeja huruf, orang tersebut dianggap tidak lulus SD dan diperolok oleh rekan atau teman-teman sejawat. Namun pada ulasan berikut, kita tidak akan mempersoalkan ejaan atau arti dari rangkaian huruf, melainkan menjadikan huruf sebagai salah satu element penting yang diaplikasikan langsung kedalam sebuah desain.

1.2 Sejarah & Perkembangan Huruf
Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font. Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital.

1.3 Ilmu Tipografi dan Kaitannya dengan Font Modelling
Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yangdiharapkan.  Secara modern, tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun outputnya ke berbagai media cetak. Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.
Font Modelling sendiri erat kaitannya dengan ilmu tipografi, karena dalam pembahasan font modeling ini dijelaskan bagaimana dalam penataan huruf sehingga menghasilkan keluaran (output)  yang baik, dengan menggunakan aplikasi yang berkaitan.  
Tahapan yang harus diketahui dalam mempelajari font modeling ada 3, yaitu :

 1. Pengenalan Anatomi Huruf. Kita tidak mungkin dapat menilai seseorang itu cantik atau jelek, kalau kita tidak tahu apa itu wajah. Dan kita juga tidak bisa menilai seseorang itu anggun dan menarik, kalau kita tidak tahu apa itu tangan, kaki, badan, dan sebagainya. Begitu juga dengan Tipografi, kita tidak mungkin dapat mengenali dengan baik sifat-sifat huruf yang akan gunakan apabila kita tidak mengetahui unsur-unsur yang membentuknya.

2. Pengenalan Bentuk dan Penerapannya pada Publikasi. Pada tahap ini designer harus belajar bagaimana baris-baris teks itu disusun dalam format yang benar. Memberi efek pada tulisan dengan benar. Mengatur jarak antar huruf, jarak antar baris dan sebagainya sehingga tulisan dapat dibaca dengan baik oleh publik. Mengatur besar kecilnya tulisan yang sesuai. Mengatur perataan yang proporsional sesuai degan sifat materi yang disampaikan dan sebagainya.

 3. Mempelajari Legibility Teks dalam Publikasi. Pada tahapan ini desainer diminta jeli dalam mengeksplorasi perbedaan antara berbagai jenis keluarga tulisan (typeface) dan tahu menempatkan huruf sesuai dengan citra yang akan ditampilkan. Eksperimen sangat diperlukan untuk menempa keahlian pada tahap ini
Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi, karena kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita sampaikan kepada publik.
Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, kita tidak mungkin berteriak dengan bentakan untuk merayu/membujuk seseorang sehingga menuruti atau memahami kemauan kita. Begitu juga dalam tipografi, kita tidak mungkin membuat tulisan dengan bentuk tegas dan keras (seperti larangan atau bentakan emosi) untuk publikasi yang bersifat membujuk atau menawarkan sesuatu produk atau jasa. Untuk itulah fungsi dari mempelajari tipografi. Dalam Font Modelling, kita harus memodelkan huruf yang sesuai dengan makna huruf itu sendiri, apakah merupakan suatu bujukan, larangan atau yang lainnya.  



Pada kali ini saya akan menganalisa website yang disediakan oleh universitas Gunadarma  untuk para mahasiswanya dalam rangka lebih memeudahkan para mahasiswa dalam melakukan aktivitas perkuliahan mereka, mulai dlam melihat jadwal mata kuliah, melihat nilai IPK mereka dengan lebih mudah tanpa harus menunggu dan mengantri untuk mengambil rekap nilai, atau pun bisa memudahkan dalam mahasiswa dalam pemberitahuan dalam workshop atau seminar yang diadakan universitas Gunadarma. Pada kali ini, saya akan menganalisa website studentsite Gunadarma dari berbagai aspek. Aspek yang saya akan perhatikan adalah :
A.    Desain dan Tampilan


Dari segi desain dan tampilan wesite studentsite Gunadarma, terlihat susunan yang sangat menarik, dinamis dengan perpaduan warna yang cukup menarik bagi para user disini. Tata letak yang dirancang pun cukup efektif bagi para user yang memakainya dan memudahkan para user dalam menggunakan. Dalam cara mengaktifasikan account kita dapat mudah melihat pada homepagenya yang terlihat sangat jelas, sehingga user yang dalam hal ini mahasiswa dalam mengaktifkan account studentsite mereka sangat mudah dalam mengaksesnya. Account studentsite pun bisa dibuka dari mana saja, baik darikomputer atau pun gadget yang kita punya seperti : handphone dan tablet.

B.     Pengaksesan ke dalam website
Dari segi pengaksesan, studentsite sangat mudah dalam  mengaksesnya karena bisa lewat computer maupun gadget yang kita miliki karena studentsite compatible ke semua gadget. Dalam waktu mengaksesnya pun cukup cepat, tetapi apabila banyak user yang sedang memakainya, website ini pun sulit untuk diakses karena user merupakan mahasiswa Universitas Gunadarma tidak dalam jumlah sedikit bisa mencapai ribuan ketika dalam waktu bersamaan mahasiswa Gunadarma ingin melihat rekap nilai mereka yang di update dalam account studentsite mereka masing-masing.

C.     Kegunaan (Function) Bagi Para User
Dari segi kegunaan bagi para user khusunya para mahasiswa sangat berguna sekali dalam hal yang berhubungan dengan perkuliahan, baik dari mata kuliah maupun segi administrasi. Dalam perkuliahan mahasiswa dalam account studentsite mereka diberi kemudahan dalam mengakses jadwal matakuliah mereka yang tersedia serta Nilai IPK mereka yang langsung di update dalam account mereka masing-masing.Dalam hal administrasi seperti pemberitahuan info penting dlam mengisi kartu rencana studi, libur perkuliahan maupun dalam pengajuan berkas-berkas yang dibutuhkan mahasiswa dapat mudah diperoleh dalam Studensite ini.

Dengan analisa yang sudah dijelakan, maka kesimpulan dalam analisa saya bahwa Studentsite milik Universitas Gunadarma dalam hal penampilan sangat menarik bagi para user dan tata letak yang di desain secara apik membuat para user mudah dalam menggunakan website ini yang sangat interaktif bagi kalangan yang menaksesnya. Dari segi pengaksesan sangat mudah tetapi bila user dalam waktu yang bersamaan banyak mengakses website ini pun mengalami trouble dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Dari segi Function bagi para user, studentsite ini sangat berguna sekali bagi para mahasiswa Gunadarma karena mencakup semua hal yang behubungan dengan aktivitas mereka selama menjadi mahasiswa di Gunadarma.






Winning Eleven atau lebih dikenal sebagai Pro Evolution Soccer di negara Eropa merupakan serial game sepak bola yang paling terkenal yang sanggup menggeser dominasi FIFA di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Serial ini dibuat berdasarkan arahan Shingo "Seabass" Takatsuka (KCEJ) yang kini dikenal sebagai bapak Winning Eleven. berikut beberapa seri WE dari zaman ke zaman.... cekidot!! :

PERFECT ELEVEN a.k.a.



PERFECT ELEVEN a.k.a. International Superstar Soccer(ISS) 1994
Nenek moyang Winning Eleven adalah International Superstar Soccer(ISS) atau dikenal di Jepang sebagai Perfect Eleven. Game ini dirilis untuk sistem konsol SNES pada tahun 1994. Sebelum era tersebut KONAMI juga mempunyai sebuah game yang mungkin menjadi konsep dasar ISS yang dinamakan KONAMI Hyper Soccer. Tidak ditemukan pernyataan resmi bahwa serial KONAMI Hyper Soccer merupakan cikal bakal ISS sehingga kita hanya bisa menyebutkan judul tersebut tanpa mengaitkan secara langsung dengan sejarah Winning Eleven.

ISS Deluxe 1995

Setahun kemudian ISS Deluxe dirilis ke pasaran, di Jepang game ini dikenal sebagai Fighting Eleven. Banyak perbedaan yang terdapat dalam versi Deluxe antara lain :
* Kita bisa melawan komputer secara koperatif.
* Penambahan suara komentator yang masih bersifat sederhana serta pendek.
* Grafis dan AI sedikit ditingkatkan.
* Subtitusi ataupun penggantian pemain lebih diperjelas sehingga kini dimungkinkan untuk melihat tipe pemain yang kita pilih. Apakah tipe penyerang, gelandang ataupun lainnya.
* Memakai sebuah strategi menyebabkan nama strategi tersebut muncul di layar permainan.
* Tendangan bebas ataupun sudut, kini tidak perlu menunggu beberapa detik sampai kamera memutari pemain dan kini dimungkinkan untuk mengatur pergerakan putaran kamera.
* Penunjuk waktu kini memiliki indikator berbentuk lingkaran yang selalu berkurang selama pertandingan berlangsung.
* Kini kita bisa menjegal kiper ketika bola sedang dalam kondisi out of play, perbuatan ini terkadang diganjar kartu merah.
* Pengendalian bola kini lebih jelas.


ISS Deluxe versi SEGA Megadrive 1995







Tidak lama kemudian ISS Deluxe versi SEGA Megadrive dirilis ke pasaran. Inilah game pertama serial ISS yang mensupport delapan pemain sekaligus. Terdapat lebih dari 30 tim dunia yang berlaga di dalam game ini dan ada beberapa pemain yang dibuat memiliki ciri-ciri seperti pemain kelas dunia, misalnya, Valderrama, Baggio, Ravanelli atau Petkov. Namun karena KONAMI tidak memiliki lisensi pemain bola yang nyata, para pemain tersebut terpaksa memakai nama palsu agar terhindar dari tuntutan hukum.
Goal Storm a.k.a Winning Eleven 96


Era berikutnya, ISS berpindah ke PSone dan berganti nama menjadi Goal Storm. Serial Goal Storm atau biasa disebut Winning Eleven 96 di Jepang dirilis berdekatan dengan ISS Deluxe dan hanya mendapat sedikit perbaikan sehingga serial ISS Deluxe saat itu lebih digemari.

ISS 64 & ISS 98

ISS 64 & ISS 98
Tidak lama kemudian ISS 64 diproduksi untuk Nintendo 64. Game ini merupakan upgrade grafis menjadi 3D untuk ISS Deluxe yang dulu ada di SNES, Australia adalah negara pertama yang mendapatkan ISS 64 versi barat. Versi PSone dari game ini disebut sebagai ISS Pro dan merupakan produksi pertama dari KCET, kualitas versi ini sangat payah dan tidak bisa dibandingkan dengan milik Nintendo 64.
Pada tahun 1998, ISS 98 dirilis ke Nintendo 64, game ini memiliki banyak perubahan dibandingkan prekuelnya. Semua bug yang ada di ISS 64 dihilangkan, hal ini menyebabkan jalannya permainan menjadi lebih seimbang dan seru. Berkat jasa ISS 98, lini produk ISS semakin dikenal masyarakat dan memiliki penggemar fanatik tersendiri. Pada versi PSone game yang merupakan kembaran dari ISS 98 diberi nama ISS Pro 98. Game ini dibuat oleh KCET sehingga sedikit berbeda dengan ISS 98 yang dibuat oleh KCEO untuk konsol Nintendo 64. ISS Pro 98 mengalami evolusi yang luar biasa dibandingkan ISS Pro sebelumnya, tetapi masih belum bisa dibandingkan dengan ISS 98 yang ada di Nintendo 64. Sekedar informasi tambahan, KCET bermarkas di Tokyo Jepang sementara itu KCEO bermarkas di Osaka Jepang


Winning Eleven 3

Winning Eleven 3 kembali dirilis ke pasaran pada bulan Mei tahun 1998 dan pada bulan Desember di tahun yang sama Winning Eleven 3 mengalami upgrade menjadi Winning Eleven 3 Final Version. Kebiasaan mengupdate Winning Eleven menjadi final version ataupun yang lainnya kemudian sering sekali dilakukan oleh KONAMI, hal ini dilakukan demi melakukan sedikit tweak ataupun mengupdate daftar pemain.
Winning Eleven 4/ISS Pro Evolution Soccer 2000


Pada tahun 2000, PSone memperoleh ISS Pro Evolution Soccer 2000 yang merupakan versi terjemahan dari Winning Eleven 4. Pada masa ini dominasi Nintendo mulai surut dan tergeser oleh SONY sehingga Nintendo 64 memperoleh ISS 2000 yang merupakan pergantian nama dari game Perfect Striker 2.
Winning Eleven 5

Tidak lama kemudian era PSone berakhir dan digantikan PS2. Pada bulan November tahun 2000, lagi-lagi negara Australia memperoleh ISS pertama versi barat yang merupakan update dari Winning Eleven 5. Sampai poin ini KONAMI masih memiliki dua buah brand game sepak bola yang mempunyai gaya permainan sangat berbeda. Kedua brand tersebut adalah, ISS yang diproduksi oleh KCEO dan PES/Winning Eleven yang diproduksi oleh KCET. Bila bercermin dari kenyataan yang ada, banyak orang yang setuju bahwa PES/WE mengambil alih tongkat kejayaan ISS. Game ISS sendiri sebenarnya masih diproduksi sampai tahun 2003 di mana game ISS 3 dirilis untuk GameCube, PS2 dan PC. Lini produk ISS harus berakhir tragis ketika kita mencapai poin ini, padahal dulu ISS selalu dibanding-bandingkan dengan Winning Eleven yang notabene pada awalnya tidak terlalu sukses di pasaran.
Winning Eleven 6 / Pro Evolution Soccer 2 


Pada April 2002, Winning Eleven 6 tiba di pasaran Jepang, versi Eropa dari game ini diberi nama Pro Evolution Soccer 2 dan muncul hanya beberapa bulan setelah WE 6 muncul di Jepang. Pada periode ini konsol GameCube milik Nintendo turut kecipratan salah satu judul Winning Eleven 6, Winning Eleven tersebut diberi embel-embel Final Version. Satu tahun kemudian Winning Eleven 6 kembali dirilis ke pasaran hal ini sesuai dengan tradisi KONAMI yang selalu melakukan tweak ataupun update kecil pada serial WE/PES milik mereka.
Sebenarnya di tahun 2002 banyak produk KONAMI yang memakai brand "Winning Eleven". Winning Eleven muncul di handheld untuk pertama kalinya pada bulan yang sama dengan WE 6 dan platform yang digunakan adalah GBA mengingat saat itu SONY belum mengeluarkan handheld PSP. Selain versi portable Winning Eleven sempat menjajah mesin arcade dengan judul "Winning Eleven Arcade Game Style", hal ini terus berlanjut sampai seri arcade terakhir mereka "Winning Eleven 2006 Arcade Championship" yang dirilis pada bulan desember 2006.

Winning Eleven 7 (2003)

Pada Oktober 2003, Winning Eleven 7 kembali dilempar ke pasaran dan tiga bulan kemudian PES 3 muncul di pasaran. Pada versi internasional dari Winning Eleven 7, disediakan Adidas Premium Package yang merupakan edisi terbatas dari Winning Eleven 7. Pada poin ini untuk pertama kalinya serial Winning Eleven muncul di PC dengan nama "World Soccer Winning Eleven 7 International", hal ini terus berlanjut sampai sekarang.



Winning Eleven 8 dan 9

Pada tahun 2004 seperti biasa Winning Eleven kembali memperoleh updatenya dengan nama Winning Eleven 8 dan lagi-lagi PES muncul selang beberapa bulan kemudian. Tunggu dulu, ada sebuah fitur cukup spesial pada Winning Eleven 8 Internasional yang beredar di Jepang. Nama fitur adalah "Winning Eleven 8 Liveware Evolution", dengan fitur tesebut kita bisa melakukan pertandingan via online. Fitur ini hanya tersedia di Jepang dan menjadi ajang uji coba kemampuan online konsol PS2.
PES 6 ataupun WE 10 (2007)


PES 6 ataupun WE 10/2007 merupakan serial pertama yang hadir di konsol next-gen atau lebih tepatnya di konsol milik Microsoft yang bernama Xbox 360. Sayangnya debut pertama WE di konsol next-gen tidak berhasil begitu baik, KONAMI seperti baru mencoba-coba kemampuan konsol tersebut. Hasilnya WE 10 atau yang lebih dikenal sebagai WE X terasa kurang greget dan menuai kritik yang pedas. Bagi pemilik Xbox 360 di tanah air momen ini tidak disia-siakan begitu saja, sejelek apapun WE X tetap saja bagi sebagian orang serial tersebut layak untuk dicoba demi merasakan Winning Eleven yang memakai otot sebuah konsol next-gen. Ada sebuah info menarik pada Winning Eleven 10 versi PC. Dibandingkan KONAMI berspekulasi menggunakan engine WE X yang dipakai oleh Xbox 360, KONAMI lebih suka merilis versi PS2 dari Winning Eleven 10 ke PC. Tentunya KONAMI melakukan polesan di sana-sini demi mendongkrak tampilan Winning Eleven 10 di PC. Perilisan PES6 ataupun WE10 berdekatan dengan rilisnya Winning Eleven DS. KONAMI sekali lagi turun dalam pasaran handheld namun kali ini kurang memakai kelebihan yang ditawarkan NDS sehingga game ini cukup jeblok di pasaran.
Pro Evolution Soccer Winning Eleven 2008

Winning Eleven 2008 merupakan Winning Eleven yang hadir di berbagai platform. Jujur saja bagi yang tidak maniak bola, serial ini terasa sedikit basi dan minim update. Pada versi PS3 game ini hanya mampu berlari di kisaran 30FPS, hal ini cukup mengganggu penggemar Winning Eleven di PS3. Untuk versi PES 2008, masalah ini sudah dihilangkan dan PS3 mendapatkan versi yang lebih baik dari WE 2008.
Pro Evolution Soccer Winning Eleven 2009

Winning Eleven 2009 sudah hadir pada bulan November tahun lalu beberapa perubahan cukup terasa kali ini, para pemain di lapangan sudah tidak nampak seperti pasukan robot yang kaku ketika menerima efek benturan dari pemain lain. Beberapa gerakan ditambahkan untuk menyempurnakan gameplay, tempo permainan masih terasa cepat dibandingkan serial klasik Winning Eleven. Gerakan bola mengalami perubahan total, saat hujan ataupun cuaca buruk larinnya bola seperti mengalami perlambatan yang cukup terlihat secara visual, selain itu kecepatan lari pemain saat hujan berkurang jauh dibandingkan serial sebelumnya.
Pro Evolution Soccer Winning Eleven 2010

PES 2010 sangat mengalami perbaikan yang luar biasa di nilai dari grafik  dan untuk gameplay memang untuk pecinta pes" sebelum nya akan menemui kesuliatan pada awal" nya tetapi akan terbiasa dan enjoy untuk memainkan PES 2010. sampai saat ini PES 2010 adalah salah satu GAME yang paling di gemari di indonesia dan pecinta bola di dunia.
Pro Evolution Soccer Winning Eleven 2011

PES 2011 hadir dengan gameplay yang lain dari versi sebelumnya. Dengan gameplay yang lebih mirip dengan bermain bola sesungguhnya bahkan hingga visual grafisnya yang sangat menakjubkan sehingga para gamers lebih menantang dan tertarik dalam memainkannya karena jauh berbeda dengan versi terdahulunya. Di PES 2011 ini, terjadi perubahan visual mulai dari gerakan lari nya yang lebih smooth bahkan hampir menyerupai gerakan manusia lari pada umumnya.

Pro Evolution Soccer Winning Eleven 2012

Pro Evolution Soccer (PES) 2012 ini cocok bagi kamu yang suka bermain agresif, menyerang dan lebih mementingkan banyak gol tercipta, sekalipun gawang kamu juga kebobolan banyak. Saya mengatakan ini bukan tanpa alasan, karena saya merasakan adanya improvisasi dari PES sebelumnya membuat permainan menyerang dalam game ini lebih lancar.
Jika menyerang dalam game ini lebih “enak”, lantas bagaimana bagi yang diserang? Nah, ketika keadaan diserang disinilah diteemukan sedikit perbedaan dengan PES sebelumnya. Untuk bertahan, dirasakan bahwa bertahan dalam game ini lebih susah, baik susah untuk menghentikan lawan, ataupun susah dalam merebut bola kembali. Belum lagi ditambah cukup “rewel” ketika salah satu pemain kamu dilanggar lawan dan wasit tidak menyebut itu sebagai pelanggaran. Bentuk “rewel” ini sendiri bermacam-macam, salah satu yang cukup mengganggu adalah ketika pemain yang “rewel” memprotes wasit dan tidak menghiraukan bola yang kamu umpankan kepadanya.
Dari sedikit kelemahan tersebut, tentu Konami membayarnya dengan segudang kelebihan yang membuat game ini lebih baik dari PES 2011 lalu. Kontrol yang cepat dan banyaknya skill baru yang bisa kamu lakukan dengan hanya menekan satu tombol, gameplay yang masih adiktif dan lebih cepat, serta animasi pemain dan juga “atraksi” pemain di lapangan yang lebih nyata. Memang sih, terkadang ada beberapa aksi yang terkesan tidak logis selama permainan,
Pro Evolution Soccer Winning Eleven 2013



Pada tanggal 28 September 2012, Winning eleven kembali meluncurkan produk game bola yang paling terbaru untuk tahun 2012-2013 yaitu PES 2013. Pada tampilan visualnya tidak jauh berbeda dengan tampilan versi sebelumnya. Tetapi, sudah terlihat ada perubahan lagi dalan gerakan para pemainnya yag lebih diperhalus lagi dan tampilan 3 Dimensinya yang semakin sempurna. Gameplaynya pun sudah lebih bagus dibandingkan dengan gameplay yang terdahulu yang dimana saat kita merebut bola dari lawan sangat susah, tetapi dalam PEs 2013 ini menjadi sedikit lebih mudah sehingga lebih menarik untuk dimainkan para gamers 

Sumber :
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=8584203